Transformasi digital tidak bisa dihindari oleh lembaga pendidikan Islam. Penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) terpadu terbukti mempercepat proses birokrasi sekolah, mulai dari penerimaan siswa baru, pelaporan nilai (e-rapor), hingga manajemen aset.

Artikel ini mengevaluasi tingkat penerimaan (TAM) pengguna terhadap sistem baru dan mengidentifikasi kendala utama berupa resistensi perubahan dari staf administrasi senior. Strategi pendampingan dan pelatihan bertahap terbukti efektif menekan resistensi tersebut.

"Sinergi antara kebijakan akademik dan nilai-nilai spiritual dalam institusi pendidikan Islam adalah kunci keberhasilan mencetak generasi unggul di era disrupsi teknologi."